Seorang dokter gigi dari Israel telah menemukan bahwa sekitar 15 sampai 20 persen remaja yang melakukan tindik di daerah mulut (lidah dan bibir) memiliki resiko yang tinggi mengalami fraktur gigi (gigi patah) ataupun penyakit gusi. 2 hal ini kelak (dalam jangka panjang) dapat mengarah kepada
hilangnya gigi-gigi depan. Namun resiko fraktur gigi tidak ditemukan di kelompok umur lain. Hal ini dapat terjadi karena pada kelompok usia remaja, terdapat kebiasaan memainkan tindikan mereka, baik itu di bibir maupun di lidah. Kebiasaan ini menyebabkan trauma di dalam mulut yang kelak dapat memicu hilangnya gigi-gigi depan.
Saran bagi remaja yang baru melakukan penindikan, berkumurlah dengan obat kumur chlorhexidine untuk jangka waktu 2 minggu setelah prosedur penindikan. Hindarilah memainkan hasil tindikan, dan daerah penindikan harus dibersihkan secara teratur. Apabila muncul karang gigi pada tindikan, harus segera dibersihkan oleh dokter gigi, dan selalu lakukan cek rutin ke dokter gigi. Namun, bagi remaja lebih dianjurkan lagi untuk tidak melakukan penindikan di daerah mulut.(gigisehatbadansehat.blogspot.com)
Warning For Teens: Teeth And Jewelry Don’t Mix